Minum teh bisa mengurangi bahaya merokok

Diterbitkan: Senin 16 Oktober, 2017

Menurut sebuah survei yang diselesaikan oleh WHO, British Imperial Cancer Research Fund dan American Cancer Society, satu orang akan meninggal karena merokok karena penyakit setiap 10 detik di dunia, dan setidaknya 3 juta 150 ribu orang meninggal karena merokok setiap tahun dan jumlahnya meningkat. Ini tidak diragukan lagi merupakan sinyal peringatan bagi perokok.


Dari perspektif kesehatan manusia, berhenti merokok sangat penting. Dan bagi para perokok yang masih merasa sulit untuk berhenti merokok, minum teh adalah cara terbaik untuk mengurangi risiko merokok. Karena teh polifenol, vitamin C dan bahan lainnya bisa menurunkan berbagai zat berbahaya di rokok. Bagi perokok, ada tiga manfaat utama minum teh:


Pertama, bisa mengurangi kemungkinan merokok akibat kanker. Teh memiliki efek anti kanker. Teh polifenol dapat menghambat pelepasan radikal bebas dan mengendalikan proliferasi sel kanker. Radikal bebas adalah kelompok limbah berbahaya yang diproduksi dalam proses respirasi dan metabolisme sementara tubuh mengkonsumsi oksigen. Jenis utama zat catechin dari teh polifenol adalah antioksidan dan penghambat radikal bebas yang kuat. Ini bisa menghambat tumor akibat merokok. Setelah teh polyphenol memasuki tubuh manusia, maka bisa menyebabkan karsinogen membusuk, sehingga menekan sel kanker tumbuh.


Kedua, minum teh bisa membantu mengurangi polusi akibat polusi akibat merokok. Dr. Joseph Difranza dari University of Massachusetts Medical Center memperkirakan bahwa ketika seseorang mengisap 30 batang rokok per hari, paru-parunya mendapatkan radiasi zat radioaktif dalam rokok dalam waktu satu tahun yang setara dengan dadanya yang diterka sinar X sekitar 300 kali. Mudah-mudahan katekin dan lipopolisakarida dalam teh dapat mengurangi bahaya radiasi pada tubuh manusia, dan memiliki efek perlindungan yang signifikan terhadap fungsi hematopoietik.


Ketiga, minum teh bisa mencegah katarak yang disebabkan oleh merokok. Dibandingkan dengan mereka yang tidak pernah merokok, orang yang merokok di atas 20 batang rokok per hari dua kali lebih suka terkena katarak daripada bukan perokok dan risikonya lebih tinggi saat mereka merokok lebih berat. Dipercaya bahwa penyebab katarak adalah karena oksidasi radikal bebas pada tubuh manusia yang bekerja pada lensa mata. Teh polifenol yang dihasilkan oleh dekomposisi antioksidan dapat mencegah pembentukan radikal bebas dalam reaksi oksidasi tubuh. Teh mengandung lebih banyak karoten daripada rata-rata sayuran dan buah-buahan, yang memiliki fungsi mencegah katarak dan melindungi mata. Minum teh bagus bagi perokok untuk melindungi penglihatan mereka.


Minum teh hanya bisa digunakan sebagai obat dalam proses penghentian merokok untuk meminimalkan bahaya yang disebabkan oleh merokok. Untuk kesehatan Anda sendiri, berhenti merokok adalah solusi terbaik.

According to a survey completed by WHO, the British Imperial Cancer Research Fund and the American Cancer Society, one person will die from smoking caused diseases every 10 seconds in the world, and at least 3 million 150 thousand people die for the reason of smoking every year and the number is increasing. This is undoubtedly a warning signal for smokers.


From a human health perspective, quitting smoking is imperative. And for those smokers who still feel difficult to give up smoking, drinking tea is the best way to reduce the risk of smoking. Because the tea polyphenols, vitamin C and other ingredients can degrade a variety of harmful substances in cigarette. For smokers, there are three major benefits of drinking tea :


First, it can reduce the possibility of smoking induced cancer. Tea has anti-cancer effect. Tea polyphenols can inhibit the release of free radicals and control the proliferation of cancer cells. Free radicals are a group of harmful wastes produced in the process of respiration and metabolism while the body is consuming oxygen. The main types of catechin substances of tea polyphenols is an antioxidant and a strong inhibitor of free radicals. It can inhibit tumor caused due to smoking. After the tea polyphenol enters the human body, it can cause the carcinogen to decompose, thus suppresses the cancer cells growing.


Second, drinking tea can help reduce the radiation pollution caused by smoking. Dr. Joseph Difranza from the University of Massachusetts Medical Center estimated that when one smokes 30 cigarettes per day, his lungs get the amount of radiation of radioactive substances in cigarettes within a year equivalent to his chest be X-rayed about 300 times. Hopefully, catechins and lipopolysaccharides in tea can reduce the harm of radiation to human body, and have significant protective effect on hematopoietic function.


Third, drinking tea can prevent cataracts that are caused by smoking. Compared with those who have never smoked, people smoke over 20 cigarettes per day are twice more likey to get cataracts than non-smokers and the risk is higher when they smoke heavier. It is believed that the cause of cataract is due to oxidation of free radicals in the human body acting on the eye lens. Tea polyphenols produced by the decomposition of antioxidants can prevent the formation of free radicals in the body's oxidation reaction. Tea contains more carotenes than average vegetables and fruits, which has the function of preventing cataract and protecting eyes. Drinking tea is good for smokers to protect their eyesight.


Drinking tea can only be used as a remedy in the process of smoking cessation in order to minimize the harm caused by smoking. For your own health, quitting smoking is the best solution.